Ah, yasudahlah :)

Menulis rentetan sajak untuknya tak lantas seketika membuatnya mencintaimu.
Menyukai apa yang ia sukai tak lantas membuatnya menyukaimu.
Memperhatikan setiap delik lakunya tak lantas membuatnya memperhatikanmu.
Merasa selalu ada untuknya tak lantas membuatnya meraskan keberadaanmu.


Hanya satu hal yang perlu dan harus kau lakukan,
Cukup dengan buatlah ia mencintaimu dengan pasti.
Jika masih tidak bisa,
Kau harus cukup sadar untuk menyadari jika ia tidak menginginkanmu berada disampingnya.
Kau juga harus cukup pintar menyadari ada orang yang terbaik untuknya, Dan ia tidak memilihmu untuk itu.
Juga pasti ada orang yang terbaik untukmu, sudah tentu bukan dia.


Memaksakan apapun yang sebenarnya sama sekali tidak bisa kita paksakan hanyalah akan berujung penyiksaan bagi diri, juga hati.
Karena cinta adalah hanya tentang bagaimana kita membahagiakan orang lain dengan kebahagiaan kita.


Selamat petang sosok buram yang perlahan datang :)




 

Jember, 2 Juni 2015 (20:20 PM)

Watu Ondo, Jember.

Terletak di sebelah selatan kabupaten Jember, Desa Blater, Kec. Tempurejo, Nanggelan. Kawasan wisata ini mulai di gemari para penikmat travelling dan mulai booming di instagram dengan hashtag #watuondo.

Hashtag itu lah yang membuat kami ber-empat mempunyai rencana akhir pekan untuk mengunjunginya.

Start sabtu siang, rencana udah disusun, Fix berangkat pukul 13.00 WIB. Setelah Aris kita teror dengan berbagai macam sms seperti “Aris ayooookk” “Aris ndang budaaaallll” “Aris cepetaan kita udah nunggu di kosan Nabiiill dari tadiiii.” “Aris kalo kamu ga cepet dateng, jangan harap besok kamu masih hidup.” *sms yang terakhir Cuma fiktif!*

dan akhirnya aris membalas dengan sms yang tak kalah sadis  “Aku masih repot ada acara organisasi di wuluhan sampe jam 9 malem. Kalian di jemput pendik aja dari unmuh.” Na’as sekali. Seketika ekspresi hello kitty kami (Aku, Umi, Dianita) langsung berubah kayak kucing Garfield di lempar semen satu karung.  “KENAPA GAK BILANG DARI TADIIIII !!!” *jerit kita sambil garuk tembok* plis gausah di bayangin -_-

Baiklah, Sekitar jam 7 kita udah sampe di Basecamp Aris Di Wuluhan, karena sebelomnya udah beberapa kali kesana jadi kita langsung masuk lanjut bersih-bersih sholat de el el. Disuruh hadir ke acara yang aris ketua-i, kita nolak mentah-mentah (ceritanya kan kita ngambek parah)  Rencana kita buat bakar-bakar ikan di pantai payangan ‘gatot’ soalnya Pak komandan baru dateng acara organisasinya sekitar pukul 21.00 -_-




Nasehat Orang Tua Tentang Cinta

Dan, Pada akhirnya malam itu kutumpahkan semua beban dan semua perasaanku pada ibuku..

Ku keluarkan semua yg mengganjal dan ingin sekali aku luapkan beberapa tahun ini..

Cerita mulai mengalir, ibarat awan mendung yang diterpa angin begitu kencangnya. Mata dan isyarat tubuh tak bisa membohongiku. Sesenggukan mulai terdengar,  aku tak bisa menahan lagi tangis ini, sudah terlalu berat. Aku sudah lelah dan aku butuh sandaran..

Ibuku menanggapi dengan senyuman yang penuh arti,
Lalu ku akhiri cerita malam itu dengan menghapus air mata yg  sudah beberapa kali jatuh..

“Begini nak, Kamu ingin hidupmu bahagia bukan?” ibuku menatap dalam mataku.

“Iya bu, tentu semua orang menginginkan bahagia dalam hidupnya.” Jawabku sedikit  terheran dengan pertanyaan ibuku.

Foto Pantai

Probolinggo Harbour.


Probolinggo Harbour (2)

Puisi taufiq Ismail, Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia

Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia
 
 
I
Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa
Sembilan belas lima enam itulah tahunnya
Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia 

Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia
Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda
Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,
Whitefish Bay kampung asalnya
Kagum dia pada revolusi Indonesia 

Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya
Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama
Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya
Dadaku busung jadi anak Indonesia

Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy
Dan mendapat Ph.D. dari Rice University
Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army
Dulu dadaku tegap bila aku berdiri
Mengapa sering benar aku merunduk kini 

Mas Cici


Orang satu ini adalah satu-satunya orang yang menggagalkan aku untuk menjadi anak pertama dan cucu pertama.. ya ya ya.. dia abangku :)
 
Entah kenapa Nama sepanjang muhammad baghir fikri hanya perlu di panggil dengan sebutan ‘cici’. “Kenapa seh mah, mas cici itu di panggil cici?” tanyaku pada amah (tante).
“Iya dulu mas cici di panggil fikri, tapi cici dulu kan masih kecil jadi gabisa ngomong ‘fikri’, jadilah dia Cuma bisa ngomong  cici haha.” Jawab amahku sambil terkekeh.

Dia menempuh  TK-SD se-sekolah denganku, SMP-SMA  di sebuah sekolah swasta yayasan keras  Leces, Tercatat sebagai lulusan 2013 sebuah Universitas Negri Di daerah Bulaksumur Jogjakarta dan sekarang sedang merantau mengais rezeki di  ibu kota  di bagian HSE yang bagaimana kerjanya aja  aku ga tau..

Ada panggilan khususku dari orang ini, bukan panggilan kesayangan.. karena panggilan ini berbau menghina -_-  mas cici memanggilku dengan sebutan ‘kobe’

Buku merah (aku mau kopi dan aku tidak mau teh)



 Aku mengisi liburanku dengan hanya bermain game di laptop dan sekedar update medsos ku. lalu aku teringat pada buku merah itu. aku mencarinya di meja belajarku, tapi aku tidak menemukannya. mohon maklum, kamarku ketika liburan adalah tempat yg paling sering di kunjungi adik dan para sepupuku. jadi jangan ditanyakan lagi bagaimana bentuk dari kamarku.
lalu aku menemukan buku merah itu di bawah kasurku. mungkin terjatuh saat aku ketiduran membacanya.
aku membaca halaman yg belum ku baca, lalu menemukan hal beda, tidak tertera tanggal bulan dan tahun pada tulisan itu. tanpa lebih peduli, aku lanjut membcanya..

Malam ini, 

ketika bulan dengan sempurna memamerkan pesona cahayanya kepada bumi. aku ingin sedikit bercerita padamu yang mungkin tak akan kau dengar atau baca sedikitpun. tapi biarlah, mungkin dengan itu aku bisa bercerita tanpa canggung..


Nikmatilah hari ini, karena esok kau akan merindukan hari ini
Diberdayakan oleh Blogger.